"Greentivity" Rangkaian Pembuka Dies Natalis ke-65 FSH UIN Suka : Transformasi Hukum Berkeadilan menuju Komitmen Ekologis di Lahan Bakal Kampus Dua UIN Sunan Kalijaga
Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Lewat Panitia Dies Natalis FSH Ke-65 dan DEMA FSH 2025 secara resmi telah memulai rangkaian perayaan monumental Dies Natalis ke-65 dengan menggelar kegiatan inisiasi lingkungan yang bermakna mendalam, bertajuk "Greentivity" pada tanggal 18 Oktober 2025 yang diselenggarakan secara apik di lokasi strategis Bakal Kampus Dua UIN Sunan Kalijaga di kawasan Pajangan, Bantul, DIY, sebuah langkah nyata untuk mewujudkan implementasi dari tema besar Dies Natalis tahun ini, yaitu "Hukum Berkeadilan, Bumi Berkelanjutan," sebuah diktum yang tidak hanya berorientasi pada aspek yuridis semata, namun juga menginternalisasi dan menyerap ide serta gagasan filosofis ekoteologis yang telah dicanangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia
Kegiatan
tersebut menekankan bahwa konservasi lingkungan adalah bagian integral dari
tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan; antusiasme terhadap kegiatan ini
sangat tinggi, ditunjukkan dengan partisipasi aktif sekitar 75 relawan
yang tidak hanya berasal dari internal panitia Dies Natalis FSH ke-65, tetapi
juga dari berbagai latar belakang kemahasiswaan lintas fakultas dan kampus,
yang secara kolektif membuktikan kuatnya kesadaran generasi muda terhadap
urgensi keberlanjutan bumi dan krisis iklim.
Kegiatan Greentivity
diawali dengan proses pengkondisian peserta yang tertib setibanya di lokasi
penanaman yang masih berupa lahan prospektif, dilanjutkan dengan rangkaian
sambutan penuh makna, dimulai dari Harpan Muhammad Putra Trio Palki
selaku Ketua Pelaksana Dies Natalis, yang secara lugas menyatakan bahwa
Greentivity adalah pengejawantahan dari komitmen moral FSH untuk memasukkan
keadilan ekologis dalam spektrum kajian hukum, kemudian disusul oleh Deryan
Febriandy selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa FSH, yang secara tegas
menyoroti peran sentral mahasiswa sebagai agent of change yang harus
menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian yang tak terpisahkan
dari agenda pergerakan
Sebelum memasuki
sesi inti penanaman, terdapat sesi pembekalan yang sangat penting dan edukatif
dengan menghadirkan narasumber kompeten dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran
Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-DLHK) Kabupaten Bantul yang memberikan
materi substansial mengenai pentingnya ekosistem hijau, teknik penanaman yang
benar untuk menjamin pertumbuhan optimal, serta peran krusial pohon dalam
mitigasi perubahan iklim dan konservasi sumber daya air, memastikan bahwa aksi
yang dilakukan didasari oleh pemahaman ekologis yang memadai; sesi sambutan
kemudian ditutup dengan pidato Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan
Kalijaga, Prof. Dr. H Ali Sodiqin M.Ag. yang memberikan penegasan final bahwa Dies
Natalis ke-65 ini harus menjadi momentum refleksi untuk memperkuat landasan
ekoteologis di FSH, melihat menjaga alam sebagai pelaksanaan dari perintah
agama, sebelum memimpin langsung sesi penanaman simbolis; puncak acara adalah
sesi penanaman bibit, dimana sebanyak 75 bibit pohon alpukat menjadi
pilihan utama, karena selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi di masa
mendatang, alpukat juga secara ekologis memiliki keunggulan, yaitu mampu
menahan erosi tanah dengan sangat baik berkat sistem perakarannya yang kuat dan
menyebar, berkontribusi signifikan pada konservasi air tanah, serta efektif
dalam menyerap gas karbon dioksida (CO2) yang merupakan kunci dalam upaya mitigasi
pemanasan global, menjadikan penanaman ini sebagai investasi ekologis
jangka panjang bagi pengembangan kampus dan kesejahteraan masyarakat sekitar,
sehingga kegiatan "Greentivity" ini tidak hanya menjadi pembuka
rangkaian Dies Natalis, tetapi juga simbol konkret komitmen FSH dalam
mewujudkan masa depan yang adil dan berkelanjutan bagi manusia dan seluruh
kehidupan di bumi.
Yogyakarta, 19
Oktober 2025
Pewarta :
Kementrian Riset dan Pengembangan
Komentar
Posting Komentar