Perayaan Malam Puncak Dies Natalis DEMA FSH ke-65,
bertajuk "GENTA" Gebyar Seni
dan Talenta, pada Senin, 10
November 2025, bukan sekadar panggung hiburan, melainkan sebuah epik
naratif yang menggambarkan perjalanan emosional, historis, dan spiritual. Setelah
dibuka secara khidmat dengan sambutan Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum dan Simbolis Pemukulan Gong, penonton
diajak menyelami lima babak pertunjukan yang dirangkai sempurna.
Lima Babak Kisah Dibalut
Seni dan Budaya
Malam "GENTA" dipecah menjadi
lima segmen filosofis yang mengalir, menceritakan sebuah siklus kehidupan:
Segmen
Kepercayaan (18.40 – 18.54 WIB): Babak pembuka
ini melambangkan kemurnian dan optimisme awal. Setelah narasi pembuka yang
menggugah, segmen ini menyajikan keindahan gerak Tari Solo oleh Anggun, mencerminkan kejujuran dan keyakinan diri
yang tulus. Dilanjutkan dengan Musikalisasi
Puisi dari Prodi HES, babak ini mengajak penonton menghayati janji dan
harapan yang ditanam di awal perjalanan.
Segmen
Pengkhianatan (18.54 – 19.26 WIB):
Transisi kisah menuju fase ujian. Segmen ini menggambarkan luka dan keraguan
yang muncul di tengah perjalanan. Pertunjukan Tari Solo dari MAN 3 Bantul dan Tari Orda Riau diinterpretasikan sebagai ekspresi kekecewaan dan
pergolakan batin. Namun, di tengah konflik, DEMA FSH tetap mengapresiasi
loyalitas, ditandai dengan penganugerahan Awarding Futsal Siswa. Puncaknya, Drama dari Prodi PM merefleksikan konsekuensi dari retaknya sebuah
janji.
Segmen
Perlawanan (19.26 – 19.48 WIB): Inilah babak
bangkitnya semangat. Setelah jatuh dalam kekecewaan, segmen ini menunjukkan
kekuatan untuk menolak keterpurukan. Aksi bela diri yang tegas dan terstruktur
dari PSHT menjadi simbol
keberanian dan pertahanan diri, sementara Tari Orda Jabar menyuarakan semangat kolektif untuk tegak berdiri.
Semangat juang ini juga diabadikan melalui penyerahan Awarding Maba Champ.
Segmen
Perjuangan (19.48 – 20.26 WIB): Fase ini
adalah tentang proses tanpa henti dan dedikasi. Puisi Solo oleh M. Ghifari memberikan jeda reflektif tentang
beratnya upaya yang harus dilakukan. Suasana kemudian dicairkan dengan ICE BREAKING, memberi energi baru
sebelum akhirnya dilanjutkan dengan power performance dari Band Marcopolo, yang mengisyaratkan
bahwa perjuangan juga butuh irama dan harmoni. Prestasi dari usaha keras di
bidang olahraga diakui melalui Awarding
Badminton.
Segmen
Kebersamaan (20.26 – 21.10 WIB): Puncak dan
klimaks kisah, menandakan tercapainya persatuan. Segmen ini merayakan hasil
dari semua proses yang dilalui. Nyanyi
Duet (Khabibah & Ibrahim) dan Stand Up Comedy (Adam) menggambarkan kegembiraan yang dibagikan. Semangat
kolaborasi diwujudkan dalam Sendra Tari
dari Prodi HTN, dan pesta perayaan diakhiri dengan energetic performance
dari Band Nucleus. Semua
pencapaian, termasuk Awarding PES,
dirayakan bersama sebagai penutup.
Malam ditutup dengan narasi penutup,
sesi Flashmob seluruh panitia,
dan janji untuk bertemu di perayaan Dies Natalis berikutnya.
Komentar
Posting Komentar